Senin, 19 Agustus 2013

Puisi : Kau dan Aku ...

Ini dia bintangnya :)
Dan demi fajar yang menyingsing...
Menentang kuasa malam...
Kaulah permata...

Aku hanya berdiri bersama karang-karang tua...
Mencoba membuatmu tetap tegar...

Aku bukanlah langit...
Aku hanya senja yang lalu...

Aku bukanlah nyiur kelapa...
Hanya sebatas rumput yang bergoyang...

Namun, Aku akan selalu mencoba menjadi oase...
Yang memberimu air saat kau dahaga...

**

Demi detik yang senantiasa terpenggal...
Kau telah menunjukkan kepadaku seberapa penting kita...
Kita bukanlah seperti malam dan bintang...
Bagiku, kita hanya seperti pena dan tintanya...
Sederhana memang, tak seindah malam dengan triliunan bintangnya...

Debur ombak itu adalah saksi...
Karena kaulah atlantis yang hilang itu...

**

Demi puluhan rasi bintang...
Kaulah mahkota selatan...

Kau lebih dari poros tempatku berpijak...
Bagiku, Kau adalah bintang pemberian Tuhan...

Terima kasih untuk selalu berada di garis edarmu...
Cerita kita akan terus tumbuh...
Bersama jutaan galaksi lain di luar sana...


"Aku dedikasikan kalimat sederhana ini untuk seseorang wanita hebat di sana, yang senantiasa mendengar dan bercerita dengan hati, satu dari sekian bintang yang di utus Tuhan untukku, Sahabatku tercinta, Hervy Marmianory Yudo." 

- Muchammad Thoyib Achmad Salim -
Previous Post
Next Post

0 Comments:

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading