Yearly Archive: 2014

Opinion : 100 PERSEN INDONESIA !

Opinion : 100 PERSEN INDONESIA !

“Tantangan yang kita hadapi sangat berat”, kata Pak SBY dalam pidato pertamanya sebagai Presiden RI yang ke-6. Beratnya tantangan kita sebagai Bangsa Indonesia ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa sebagai Bangsa kita masih menghadapi : (1) Rendahnya kualitas keberagaman dan karakter; (2) semakin terkikisnya nasionalitas, rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia; (3) masih rendahnya kualitas pendidikan dan kualitas kesehatan; (4)...

Opinion : 100 PERSEN INDONESIA !

Puisi : Absurditas Otak

Malangnya, kini penghargaan berbentuk materialitas dan hedonitas Akibatnya hulu hingga hilir termakan kapitalisme Eksploitasi konsumerisme Batas-batas tak lagi dipandang Teori sebab-akibat hanya angin lalu Hutan terbakar, api dan asap bukan barang baru Kini mistikalitas dan spiritualitas terabai Makna hidup nan fitri tak lagi berarti Eksistensialis yang tak pernah setuju Melenggang maju Berkawan debu Tak gentar walau peluru melaju Saat alam...

Puisi : Responsi Pribumi

Puisi : Responsi Pribumi

Jika kau tanya, inilah abad ketidakpastian Hutan tak dikenal Kawasan tak terpetakan Tak terduga Semuanya penuh argumentasi Membuat bulu kuduk berdiri Sebagian lagi, masih dengan asa terkonfrontasi Tentang seberapa cepat sifat dasar bisnis akan berbuat Tentang seberapa cepat hutan akan menjadi obyek transaksi Menciptakan penciutan skala Atas nama otomatisasi, efisiensi dan restrukturisasi Tanpa memandang interaksi Kita dengan bumi Milenium revolusi...

Puisi : Palestine

Puisi : Palestine

Kinilah waktunyaBiarkan lelap membaringkan ragakuCinta ini merenggut jiwakuBiarkan aku menutup mataBeristirahat dalam diamDamai Siang dan malam bersatu dalam batinLilin-lilin kecil menyala di atas tanah nan suciMelati dan mawar bertebaranWanginya kian semerbakSayup-sayup tangisan memecah hening Isyarat ini jelasTerlukis di dahiku Biarkan aku istirahatKedua bola mataku telah teramat lelahKu tak sanggup membiarkan sajak-sajak kalian merontaBersautanBibir bergetar penuh getir Terbangkan dawai harpaMenyingkap tabir...

Puisi : Melodi

Puisi : Melodi

Aku di sini, wahai melodi yang cantikSambutlah narakuImpianku yang mengajawantahDan hakikat harapanku Peluklah aku, wahai melodi syahduKekasih jiwaku Engkau kolam yang sejukPikulan buah ranum bagi hati yang laparKau adalah sepotong awan putih di langit Membuka kelopak matakuSeberkas cahaya yang tak kunjung padamTak terliput gelap malamTak lerlipat padang gersang Kau tundukkan abad demi abad bersama tirainya Kehidupan dalam kehidupanTelah sampailah kini...