Selasa, 04 Maret 2014

Puisi : Belum Ada Judul



Matahari masih terang ketika aku tiba di rumah...
Aku mengangguk dengan pasti...
Ku ambil buku catatan harian yang ku simpan di atas lemari kayu tua...
Mulai ku tuliskan beberapa prosa tentangmu...

Doa dan kalimat-kalimat panjang tak karuan...
Ku pastikan sampai ke tangan Tuhan...
Dan, akhirnya tibalah senja...
Rasanya tak cukup hanya sekali...

Berbaris tanyaku tentangmu...
Cukuplah sekali itu, ya sekali itu saja...
biarkanlah kisah kita tergerai begitu saja...
Pandangan kosong anak 8 tahun...
Meringkuk menahan isak itu...
Memandangmu terus meniup gelembung-gelembung kecil...
Takdir kan jadi milikmu...
Bersama peri-peri kecil...

Pohon cemara itu berada di tepi jalan...
Tentu saja bersama petikan gitar...
Tak perlu waktu lama menyadari aku mengambang...
Aku melayang di tengah kehampaan...
Di tengah riuh doa, aku ingin menangis, mungkin sekali saja...

Bulan-bulan berlalu tanpa terasa...
Namun kebisingan itu mendadak berhenti...
Aku terus menulis, seakan otakku menjelma menjadi sungai...
Sungai tak berhilir...
Setiba di rumah, ingatan tentangmu tak kunjung lepas dari benakku...

Mataku pun tak bosan mengamati rembulan malam ini...
Rasanya penuh dengan bunga warna-warni...
Ukiran-ukiran itu muncul saja di otakku...
Barulah hatiku merasa lega, sangat lega...


BERSAMBUNG.....
Previous Post
Next Post

0 Comments:

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading