Puisi : Menuai Cinta

Tenunan kasih yang kau rajut
Penuh hasrat
Berbincang akan kebebasan

Aku akan berjalan
Bersama engkau yang berjalan

Lelaguan hati
Tegap bersenandung
Walau beratap mendung

Kata-kata ini abadi bersama kita
Bukan sebuah kebenaran
Hanya kebodohanku
Kehormatan pun menyela

Takkan pernah kau tuai aku
Hingga kau rasakan perih getir perpisahan
Kesabaran yang pahit
Kerinduan yang membunuh

Sebab derma Tuhan senantiasa menanti
Kala kau duduk manis di dalam rumahNya dengan penuh suka cita

Muchammad Thoyib As

Karena setiap cerita memiliki makna~

Share

Tinggalkan Balasan