Rabu, 09 Juli 2014

Puisi : Palestine


Kinilah waktunya
Biarkan lelap membaringkan ragaku
Cinta ini merenggut jiwaku
Biarkan aku menutup mata
Beristirahat dalam diam
Damai

Siang dan malam bersatu dalam batin
Lilin-lilin kecil menyala di atas tanah nan suci
Melati dan mawar bertebaran
Wanginya kian semerbak
Sayup-sayup tangisan memecah hening

Isyarat ini jelas
Terlukis di dahiku

Biarkan aku istirahat
Kedua bola mataku telah teramat lelah
Ku tak sanggup membiarkan sajak-sajak kalian meronta
Bersautan
Bibir bergetar penuh getir

Terbangkan dawai harpa
Menyingkap tabir lara

Nyanyikan lagu juang itu
Dendangkan kedamaian
Kobarkan semangat
Masa-masa pilu menjadi sampul harapan

Menyimpan makna ghaib yang begitu lembut
Selembut alas tempatku terbaring

Tegakkan kepalamu, tajamkan lagi pandang matamu
Seperti bunga-bunga yang menyemai jemari
Menyambut fajar pagi hari

Maut itu kini berdiri gagah di sampingku
Berada di celah antara nadi dan cahaya mentari

Cium mataku dengan senyummu yang tulus
Biarkan jemari merah jambumu membelai rambut-rambut usangku
Ku mohon

Dedebuan di dahiku yang akan menjadi saksi
Bayangan maut dari mataku
Gema takbir, tauhid dan kisah heroik kita
Biarlah abadi bersama hembusan nafas ini

Demi Palestina yang agung

Previous Post
Next Post

0 Comments:

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading