Senin, 15 September 2014

Puisi : Absurditas Otak



Malangnya, kini penghargaan berbentuk materialitas dan hedonitas
Akibatnya hulu hingga hilir termakan kapitalisme
Eksploitasi konsumerisme

Batas-batas tak lagi dipandang
Teori sebab-akibat hanya angin lalu
Hutan terbakar, api dan asap bukan barang baru

Kini mistikalitas dan spiritualitas terabai
Makna hidup nan fitri tak lagi berarti

Eksistensialis yang tak pernah setuju
Melenggang maju
Berkawan debu
Tak gentar walau peluru melaju






Saat alam dan budaya direka-reka
Penuh terka
Segala bentuk kehidupan hanya tinggal sisa
Bencana dan kepunahan kian tiba

DIMANA OTAK KITA ?!


Previous Post
Next Post

0 Comments:

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading