Kamis, 12 Februari 2015

Puisi : Depresi


Melodi sunyi
Kesepian yang menakutkan
Kesendirian
Batas antara keraguan dan keyakinan,
Kefanaan dan keabadian
Tercabik, terurai, dan hilang

Persepsi tentang cakrawala
Sebuah titian baru
Harapan bagi yang berputus asa
Puncak kerinduan yang segar
Oase di tengah fatamorgana

Segala khawatir kian berbaur
Mengintai tiap derap langkah
Terperangah
Gurat-gurat wajah kalah
Sirna jadi sejarah
Menggumam bak lebah
Menggema tak tau arah

Entahlah,
Sekilas saja rembulan melawan
Berkelebat di benak kematian
Menggenggam segala argumentasi dan konsekwensi
Substansi diri yang terdzalimi

Rabu, 11 Februari 2015

Puisi : Pandora Box


Terpesona di tengah samudera
Berlayar ke relung-relung jiwa
Menyibak misteri yang tak berujung
Dahsyat tak terperikan

Terlena dalam kepasrahan
Menumpahkan kerinduan

Semua kian berarti
Peradaban yang panjang
Namun jawabnya masih menggantung
Seakan menggoda tuk menyapa

Rekonstruksi kehidupan
Hakikat tentang dari mana, apa, dan bagaimana
Semua tersimpan rapi
Eksplorasi tak sadarkan diri

Semua tentang kematian
Sebuah naluri pertemuan,
Kesaksian dan konsepsi tauhid
Fitrah kita sebagai ciptaanNya

Kata hati membeberkan alasannya
Dan mereka yang tersesat
Enggan kembali
Mencederai, bahkan mengkhianati
Sucinya intuisi

Kamis, 05 Februari 2015

Puisi : Konspirasi


Konsepsi ini bak pencarian
Bertalian pada kenyataan
Bersangkutan dengan pencitraan

Muka pengadilan hanya tertawaan
Perwujudan dari sebuah tekanan dan gesekan

Rumusan makna teoretis
Sekumpulan sanksi bengis
Interpretasi yang termaktub secara yuridis
Dekonstruksi yang sistematis sekaligus dilematis

Kini hutan belukar pun sukar
Nestapa nan kompleks
Faset-faset tidak tenteram
Tergoncang
Tercabik

Dualisme kian bersanding
Unifikasi terancam
Reaksi meronta menuntut keseimbangan
Pulih kembali dalam eka
Berpangkal pada kolonial

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading