Minggu, 25 Oktober 2015

Puisi : Mengeja Doa


Maaf
Seketika kebisuan memburamkan rindu
Teduh suaramu menjauh
Dekatmu tak lagi mudah ku rengkuh
Hanya sisa nafasmu, gaduh-riuh

Maaf
Waktu dan jarak menghantui
Diammu meluapkan sunyi
Bertubi-tubi
Menyergapku di sini
Bersama bayangan diri
Tak lagi bisa menanti
Di balik pelangi

Maaf
Tiba-tiba rapuh mengemuka
Penuh tanda tanya
Air mata jadi mahkota
Hanya merana yang tersisa
Bersama luka
Mengulum waras logika

Maaf
Aku hanya mengejar rentetan kata darimu
Menghujamku pilu

Maaf
Ku masih di sini
Merunut syair sendiri
Tak sanggup ku ingkari

Hingga ku peluk doaku rekat
Rasakan hadirmu dekat
Kita satu dalam lekat

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading