Puisi : Bangsal Flamboyan

Kau membuka cakrawalaku
Kesan mendalam teruntuk engkau, Rembulan

Nuraniku tersentuh
Sensitivitas penuh kejujuran
Kadang juga lugu

Komersialisasi bagimu tiada arti
Humaniora tetap kau junjung tinggi

Kau tawar takdir
Sakral seiring bumi yang berputar
Menghempas kapitalisme yang ideal

Aku terjebak
Dalam noda-noda sumpah, janji
Berkolusi dengan investasi

Kecemasan
Hingga hari dimana gelisah terdefinisi
Tak bisa dibantah

Relasi ini bukan berarti tanpa konsekwensi
Kemanusiaan kita tergerus
Seperti dalam dongeng

Harapan yang irasional
Menjadi landasan moral
Fundamental

Lalu apa ?
Kau tuntas bertarung dengan ideologi
Merangkak, berkorban
Primum non Nocere

Kau ketuk intuisi dengan jari-jari
Sendiri, mendalami
Cerita-cerita basi

Kaulah damba
Kala setia tak lagi mulia
Kaulah senja
Kala pelangi hanyalah mimpi

Menjadi kau tidaklah sulit
Yang sulit hanyalah ketika harus berbuat sepertimu

Friendship is not everything, but without you, friendship is nothing~

Untuk ia yang terlahir tepat 23 tahun yang lalu, yang senantiasa berjalan, memelihara persahabatan, tanpa penghargaan, tanpa imbalan.

Hervy Marmianory Yudo

Muchammad Thoyib As

Karena setiap cerita memiliki makna~

Share

Tinggalkan Balasan