Puisi : Petite Histoire

Ku ingat sejarah kecil-kecil ini dengan penuh minat

Suatu bagian dari sebuah realitas yang terus bergerak dan layak dipahami
Sejarah yang bukan sekedar barang ‘kering’
Ku letakkan karangan prosa ini
Bersama memoar yang terbang rendah di atas galeri kehidupan
Di Surabaya yang mulai petang
Imaji membayang tenang, tak terguncang
Kelak hal yang sama akan selalu teriring doa
Dalam narasi ini terurai harum sepucuk asa
Ekspedisi yang tak sekedar janji
Piringan kisah yang dijamu indah, bebas
Berlayar kesana-sini
Bertalian dengan rembulan yang menentang gemintang
Pergolakan pun berulang
Serdadu-serdadu malam kelaparan
Mereka tersandera riwayatmu
Kini, gugusan kisahmu meruncing tajam
Menggeser ribuan kudeta yang mengancam
Mempersegar kembali ingatan tentang sampan-sampan yang menawan
Langkahmu terjejakkan jelas
Senyummu membentang luas
Menenggelamkan segala kepanikan yang mengambang
Pendiskreditan kau lawan
Lantaran fragmen cerita yang berlawanan
Selebaran kata mengalir bertukaran
Tabiatmu berseru lantang
Kendati benakmu anggun terdiam
Propaganda, topeng 
Mengekang, Melumpuhkan
Tak cukup membujukmu menyerah
Bayangmu adalah pembaharuan
Yang menghiraukan prasyarat
Mengikis laju degradasi dan perdebatan
Duhai engkau yang tak mengenal kemasyhuran
Yang hidup hanya untuk masa pendek sahaja
Berbahagialah
Engkau bebas bergerak
Hingga nanti waktumu kembali
Sebuah refleksi ‘sejarah kecil’ untuk seorang Sahabat hebat, yang tepat 4 Januari berulang tahun yang ke 24 ; Hervy Marmianory Yudo, SP

Muchammad Thoyib As

Karena setiap cerita memiliki makna~

Share

Tinggalkan Balasan