Puisi : Lonceng Syahdu dari Tuhan

Bukan sekedar tangkai bergelombang, 

Perumpamaan klasik yang entah sejak kapan terhayati

Seganku bermalam di peluh wajahmu,
Takutmu tertahan dalam tiap senyumanku, 
Nafasku satu-satu meniti rindu

Naifku bersama menjemput janji, 
Sungguh prasangkaku tak cukup picik memilah ini daya atau damba, 
Hingga ia berbuat seenaknya

Bentuk bakti teruji, 
Berbagi tak kenal henti, 
Tinggi rendah terjembatani

Bisikku, ‘Maha Besar Tuhan’, 
Puji-pujian larut dalam tangisan, 
Panjatan syukur terabadikan, 
Perbedaan pun terabaikan

Dari celah hujan, ku menampik, 
Siasati enggan yang perlahan memekat

Menjelang pagi ku nikmati,
Rintihan mimpi penuh jeruji

Kini ruam-ruam awan meredam, 
Mencari-cari tanya di sulaman malam-malam, 
Aku melintang,
Mengingat kematian

Jasad-jasad kotor tetaplah menumpang, 
Melepas ikhlas, 
Menahan haru

Ku tengok waktu, 
Sujudmu datang mewasiatiku

Beberapa pekan berlalu, 
Lonceng syahdu membangunkanku

Muchammad Thoyib As

Karena setiap cerita memiliki makna~

Share

Tinggalkan Balasan