Covid dan Jajaran Pandemi Paling Mematikan dalam Sejarah

Tahun 2020 menjadi tahun terpanjang bagi banyak orang di dunia. Pasalnya masyarakat seluruh dunia sedang menghadapi masa pandemi Covid-19 yang muncul semenjak akhir tahun 2019 di Wuhan, China. Penyebaran wabah penyakit Covid-19 ini sangat cepat hingga berhasil merembet ke seluruh dunia sebelum pertengahan tahun 2020. Jutaan manusia menjadi survivor, banyak yang berhasil sembuh, tidak sedikit pula yang meninggal akibat virus SARS-Cov19 ini.

Indonesia menjadi salah satu negara terdampak dengan jumlah korban yang terus berkembang sampai saat ini. Belum ada tanda-tanda virus ini akan hilang dari permukaan bumi hingga hampir satu tahun mewabah di seluruh dunia.
Begitu besar dampak yang diakibatkan oleh Covid-19, baik dari sektor kesehatan, ekonomi, bahkan sosial. Namun perlu diketahui bahwa sejarah mencatat dunia pernah mengalami beberapa wabah mematikan lainnya sebelum Covid-19. Berikut ini adalah daftar wabah mematikan yang tercatat dalam sejarah, beserta dampak yang diakibatkan.

Smallpox (Yunani, 430 SM)

CC BY 4.0 via Wikimedia Commons

Smallpox atau lebih dikenal dengan penyakit cacar pernah menjadi wabah yang sangat mengerikan di Athena, Yunani pada tahun 430 SM. Smallpox merupakan penyakit yang ditimbulkan akibat virus variola dan menyebar di tengah perang Peloponnesia. Penyebaran virus ini menewaskan setidaknya 30.000 jiwa, atau mengurangi sekitar 20 persen populasi penduduk Athena.

Gejala yang muncul pada penderita smallpox adalah demam dan ruam pada kulit yang khas dan progresif. Sekitar 30 persen pengidap smallpox dikabarkan meninggal dunia. Dan penderita yang berhasil sembuh umumnya akan memiliki bekas luka-luka permanen. Dalam kondisi yang berat, smallpox dapat mengakibatkan kebutaan.

Justinian (541-542 M)

Pada abad keenam, tepatnya tahun 541-542 M, terdapat suatu wabah yang terbilang paling mematikan pada masanya, yaitu Wabah Justinian. Wabah ini dianggap sebagai endemik paling mematikan pertama yang pernah tercatat dalam sejarah. Semasa puncakya, wabah ini menewaskan hingga 5000 orang per hari. Dan diperkirakan telah menewaskan sekitar 50 juta jiwa di Lembah Mediterania, Timur Tengah, dan Asia. Penyebab penyakit ini adalah bakteri yang disebarkan oleh tikus yang digigit oleh kutu yang telah terinfeksi.

Black Death (1346-1353)

Black Death disebut juga dengan Wabah Hitam merupakan wabah yang sangat mematikan pada pertengahan abad ke 14. Wabah ini menewaskan setidaknya setengah populasi Eropa. Diperkirakan membunuh lebih dari 200juta orang di dunia. Seperti namanya, Black Death, penderitanya akan mengalami gejala berupa kulit yang menghitam akibat pedarahan subdermal.

Wabah ini memunculkan akibat yang sangat mengerikan. Para kaum minoritas di Eropa, seperti para pendatang, pengemis, penderita lepra atau penyakit kulit parah, Yahudi diburu dan dibunuh karena dianggap sebagai pembawa penyakit.

Flu Spanyol (1918-1920)

CC0 1.0 via rawpixel.com

Sekitar satu abad yang lalu, dunia telah menghadapi wabah flu yang super mematikan, yaitu Flu Spanyol. Flu ini dipercaya telah menginfeksi 500 juta orang dan menewaskan 100 juta jiwa, 4 juta di antaranya adalah penduduk di Pulau Jawa dan Madura.

Flu Spanyol disebabkan oleh virus influenza A H1N1. Tidak ada yang benar-benar tahu darimana wabah ini berasal. Nama Flu Spanyol muncul karena Negara Spanyol yang pertama kali melaporkan pada dunia bahwa telah terjadi wabah influenza yang mematikan di tengah perang dunia I.

Pada gelombang pertama pandemi, penderita hanya mengalami gejala flu biasa seperti sakit tenggorokan, pusing dan demam. Namun ketika gelombang kedua dimulai, gejala yang ditimbulkan menjadi jauh lebih berat dan sering dikaitkan dengan diagnosis pneumonia. Dalam gejala yang lebih berat, penderita dapat mengalami sianosis heliotrope, pendarahan organ dan paru-paru yang dipenuhi cairan. Penderita juga dapat meninggal dalam beberapa jam setelah muncul gejala tersebut.

Beberapa wabah di atas merupakan wabah yang terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah dunia. Masih ada banyak wabah lainnya yang juga terjadi baik setelah maupun sebelum wabah-wabah di atas. Covid 19 sendiri hingga sampai saat ini telah menyebabkan 40 juta kasus. Selama hampir satu tahun, telah tercatat 1.1 juta jiwa tewas di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri terdapat 365.000 lebih kasus dan 12.617 kematian.
Data by Google


Tidak ada yang pernah tahu kapan pandemi akan berakhir. Salah satu hal yang dapat kita lakukan sebagai individu adalah menjaga kesehatan diri dan juga keluarga kita dengan selalu menggunakan masker serta menjaga jarak dengan orang lain.


Semoga pandemi ini segera berakhir, agar kita semua dapat menjalani kehidupan yang kembali normal.

Renyta Ayu Putri

Master of zero~

Share

Tinggalkan Balasan