Kalender Fenomena Astronomi November 2020

Bulan November 2020 merupakan salah satu bulan yang ditunggu-tunggu bagi penikmat langit, khususnya hujan meteor. Pasalnya, pada bulan ini terdapat 3 fenomena puncak hujan meteor yang dapat kita amati. Selain itu ada juga satu event gerhana bulan di akhir Bulan November.

November Sky by ywc.thehindu CC0 1.0 

Berikut ini adalah sekilas jadwal fenomena astronomi di Bulan November 2020.

12 November
Hujan Meteor Taurid Utara

Setelah puncak hujan meteor Taurid Selatan pada tanggal 10 Oktober 2020, kali ini giliran meteor Taurid Utara yang puncaknya akan datang pada 12 November 2020 mendatang. Hujan Meteor yang dimulai semenjak tanggal 20 Oktober ini, diperkirakan akan berakhir pada 10 Desember. Masih ada waktu bagi kita di Bumi untuk menikmati dua macam hujan meteor ini sekaligus. Karena Taurid Selatan masih akan berakhir pada tanggal 10 November nanti.

Namun jika kalian ingin menikmati puncak hujan meteor Taurid Utara, persiapkan stamina untuk begadang sepanjang malam pada 12 November ya! Karena bulan baru terbit sekitar pukul tiga pagi, maka sepanjang malam tidak akan ada polusi cahaya. Berdoalah agar cuaca cerah sehingga kita dapat menikmati indahnya hujan meteor Taurid Utara di Rasi Taurus. Pada puncaknya, Taurid Utara akan muncul sekitar 5 meteor per jam.

17 November
Hujan Meteor Leonid

Leonid merupakan hujan meteor yang berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle. Seperti namanya, hujan meteor Leonid akan dapat dilihat pendarannya dari rasi Leo. Terjadi secara menahun setiap Bulan November setiap tahunnya, Hujan Meteor Leonid juga diperkirakan dapat menciptakan badai meteor setiap 33 tahun. 

Hujan Meteor Leonid akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 30 November. Puncaknya akan terjadi pada tanggal 17 November malam hari dengan intensitas 15 meteor per jamnya. Sebenarnya hujan meteor Leonid akan terlihat maksimal dari Bumi belahan Utara, namun karena spektakulernya hujan meteor Leonid, maka penduduk Bumi belahan Selatan seperti kita, masih dapat menikmati keindahan hujan meteor Leonid.

Untuk mengamati meteor ini, disarankan dilakukan pada dini hari di tempat yang minim polusi cahaya seperti di pedesaan atau pantai. 

21 November
Hujan Meteor alpha-Monocerotid

Hujan meteor αMonocerotid terpancar dari rasi Monoceros atau dikenal juga dengan rasi Unicorn. Hujan meteor αMonocerotid disebabkan oleh orbit bumi yang sedang melintas di sekumpulan debu-debu komet Mellish (C/1917 F1.

Hujan Meteor αMonocerotid berlangsung pada 15 s/d 25 November dan puncaknya akan terjadi pada 21 November malam. Karena bulan akan tenggelam saat tengah malam, maka waktu yang baik untuk melihat meteor ini adalah mulai tengah malam hingga matahari terbit.

Hujan Meteor αMonocerotid merupakan hujan meteor yang cukup langka. Karena meskipun rutin terjadi setiap tanggal 5 – 25 November, tingkat visibility dari meteor ini tidak menentu. Terkadang dapat terlihat puluhan hingga ribuan meteor perjam, namun seringkali tidak menampakkan meteornya sama sekali. 

30 November
Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana Bulan Penumbra pada Bulan November ini merupakan yang terakhir pada tahun 2020. Gerhana Bulan Penumbra ini dapat diamati di seluruh Benua Amerika dan sebagian Benua Asia, termasuk Indonesia.

Gerhana ini akan dapat diamati di Indonesia ketika bulan terbit sekitar pukul 17.32 WIB. Karena gerhana dimulai semenjak pukul 14.32 WIB dan berada di puncaknya sekitar oukul 16.44 WIB, maka masyarakat Indonesia baru bisa mengamatinya saat fase gerhana akan berakhir.

Renyta Ayu Putri

Master of zero~

Share

Tinggalkan Balasan