Metode Pembelajaran Student Teams-Achievement Divisions (STAD)


Student Team Achievement Division (STAD) dikembangkan oleh Robert Slavin, dkk. STAD dapat disebut sebagai metode yang paling sederhana dalam model pembelajaran kooperatif. Metode ini dapat dijadikan permulaan saat seorang pendidik mulai memutuskan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam proses belajar mengajar.


Baca juga : Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif (Belajar Kelompok)

Tahapan STAD

Dalam metode ini, pendidik dapat membagi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 orang. Anggota kelompok harus heterogen berdasarkan tingkat kemampuan akademik yang didapatkan dari skor awal individu. Juga heterogen berdasarkan jenis kelamin, latar belakang sosial, dan sifat. Dalam satu kelompok setidaknya ada individu yang pandai, rata-rata, dan kurang pandai, laki-laki dan perempuan, individu yang pendiam dan terbuka, individu dari suku A dan suku B, begitu seterusnya.

Pendidik kemudian memberikan atau menjelaskan materi kepada setiap kelompok sebagai pendahuluan agar individu dalam setiap kelompok memahami hal apa saja yang harus mereka pelajari. Pendidik juga memberikan pandangan atau contoh permasalahan kepada kelompok agar mereka dapat mengembangkan konsep dari materi tersebut. Pengembangan ini juga dapat dilakukan dengan memberikan soal-soal dan mempersilahkan individu secara acak untuk menjawab persoalan tersebut.

Kegiatan berkelompok dalam metode STAD dimulai ketika guru memberikan lembar kerja siswa yang berisikan materi dan permasalahan pada setiap kelompok. Kelompok yang bertugas secara kooperatif mendiskusikan penyelesaian berdasarkan materi yang telah mereka pahami.

Peran pendidik hanya sampai memberikan perintah serta memberikan bantuan dengan mengulang konsep dan menjawab apabila kelompok memiliki pertanyaan.

Baca juga : Model Pembelajaran dalam Pendekatan Konstruktivis

Setelah kegiatan pemberian materi oleh pendidik dan diskusi oleh masing-masing kelompok, pendidik memberikan tes secara individual. Anggota di dalam kelompok masing-masing diberikan pertanyaan dan tidak berhak mendapatkan bantuan dari anggota lainnya.

Pendidik memberikan nilai secara individual berdasarkan jawaban yang diberikan. Kemudian nilai individu diakumulasikan untuk disumbangkan sebagai nilai kelompok. Semakin tinggi nilai setiap individu, maka akan menambah kontribusinya dalam nilai kelompok. Berdasarkan pencapaian masing-masing anggota inilah, suatu kelompok mendapatkan penghargaan.

Pendidik dapat melakukan rotasi kelompok setelah satu periode penilaian dengan pertimbangan skor baru yang didapatkan masing-masing individu.

Baca juga : Model Pembelajaran dalam Pendekatan Konstruktivis

Keunggulan STAD

Dalam metode ini setiap individu dituntut untuk memberikan kontribusi kepada kelompoknya agar dapat mencapai tujuan bersama. Setiap individu akan merasa bertanggung jawab untuk memahami materi dan persoalan yang disajikan dalam kelompok, sekaligus juga bertanggung jawab atas temannya agar tidak memberikan kontribusi yang buruk dalam kelompok dengan memberikan motivasi dan membantu dalam menguasai materi.

Metode ini juga cukup mudah diterapkan pada setiap tingkat pendidikan. Seringkali diterapkan pada pelajaran-pelajaran ilmu pasti seperti sains dan matematika. Rentang periode penilaian yang memungkinkan untuk rotasi kelompok, menjadikan distribusi bantuan terhadap individu-individu yang memiliki pemahaman kurang menjadi lebih merata.

Baca juga : Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif (Belajar Kelompok)


Renyta Ayu Putri

Master of zero~

Share

Tinggalkan Balasan