Rabu, 11 November 2020

Pengertian Teori Belajar Konstruktivis


TEORI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS

Konstruktivisme memiliki arti “membangun”. Dalam sebuah pembelajaran konstruktivis, guru dan murid akan membangun bersama-sama konsep dan materi yang akan dipelajari. Dalam model pembelajaran ini, murid tidak hanya dituntut untuk mengimitasi dan membayangkan apa yang diajarkan oleh guru, tetapi mereka diminta secara aktif untuk menyaring, memberi arti, dan menguji informasi atas informasi yang diterima.

Baca juga : Model Pembelajaran dalam Pendekatan Konstruktivis

Dalam metode pembelajaran ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya. Guru seperti memberikan fasilitas tangga, dan membiarkan murid-muridnya untuk memanjat tangga tersebut. Keaktifan tiap individu sangat berperan penting dalam pendekatan ini sehingga pendekatan ini juga disebut dengan student centered (pembelajaran yang berpusat pada murid). Dalam pendekatan ini peran guru adalah sebagai “pemandu dari samping”, bukan “orang bijaksana di atas panggung”. Guru berperan dalam membantu murid untuk memahami maksud dari informasi yang mereka pelajari (Weinberger & McCombs, 2010; Windschitl, 1999).

Proses belajar dengan pendekatan konstruktivis akan membiasakan murid untuk menemukan ide dan memecahkan masalahnya sendiri. Dengan demikian, dalam pendekatan konstruktivis, suatu pembelajaran harus dikemas dalam label “membangun” bukan hanya sekedar “menerima” informasi.

Baca juga: Teori Belajar Behaviorisme

Sejarah Teori Pembelajaran Konstruktivis bermula dari gagasan yang dicetuskan oleh Piaget dan Vigotsky. Mereka menyatakan bahwa sistem kognisi seseorang akan berubah apabila informasi yang pernah diterima diproses kembali bersamaan dengan informasi baru lainnya. Hal ini dapat didukung dengan pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar. Karena dalam kelompok belajar akan ada pertukaran dan percampuran gagasan yang sebelumnya telah dipahami oleh individu-individu dalam kelompok, sehingga proses konstruksi akan mudah tercapai.

Berikut ini merupakan 4 prinsip utama dalam gagasan yang dikemukakan oleh Vygotsky:

1.   Social Learning

Dalam prinsip pembelajaran sosial (social learning), individu membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain, misalnya teman-temannya, untuk dapat melihat konsep atau gagasan yang dipikirkan oleh teman-temannya. Metode ini dapat membantu individu untuk memiliki proses berpikir yang terbuka.


2.   Zone of Proximal Development (ZPD)

Zona perkembangan proksimal merupakan fungsi atau kemampuan yang belum matang dari seorang individu. Fungsi atau kemampuan individu dipercaya Vygotsky akan berkembang dan terbantu proses kematangannya apabila individu berinteraksi dengan teman sebaya ataupun orang dewasa yang perkembangan kemampuannya lebih matang. Selain itu, Vygotsky juga mengungkapkan bahwa proses belajar terbaik seorang individu adalah ketika dirinya berada di fase ZPD pada kemampuan yang dimaksud.

Baca juga: Teori Belajar Behaviorisme


3.   Cognitive Apprenticeship

Cognitive Apprenticeship merupakan tahap-tahap di mana seseorang mulai mendapatkan suatu keahlian melalui interaksinya dengan orang lain. Metode pembelajaran ini juga dapat diterapkan seorang guru kepada murid-muridnya dengan membentuk kelompok yang heterogen untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks. Sehingga individu dalam kelompok yang memiliki kemampuan atau keahlian yang lebih baik, akan memberikan pandangan bagi individu yang kemampuannya kurang.


4.   Mediated Learning

Mediated learning disebut juga dengan situated learning, Yaitu dengan mensituasikan proses pembelajaran seperti realitas dalam hidup. Konsep ini menekankan pada pembelajaran yang termediasi (Kozulin & Presseisen, 1995).  Murid diberikan tugas yang cukup kompleks dan realistis, kemudian diberikan mediasi dengan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugasnya.

Baca juga : Model Pembelajaran dalam Pendekatan Konstruktivis

Previous Post
Next Post

0 Comments:

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading