Puisi : Kunang-kunang

Pertemuan mega menggantikan pekat malam…
Menitipkan butiran gerimis untuk senja yang kan tiba…
Sedih pun pergi, bahagia bertamu…
Menyisir getir, memintal rindu…

Engkau, hampir saja, menggelitik air mata yang sempat membisu…
Mengunci pandangmu dalam keterpisahan…
Mengutip namamu di antara sesat prosa yang bertalu…

Selangkah lagi, titah dambamu menjadi kunang-kunang di jelaga keningnya…
Siapa tahu, waktu pun jengah…

Sayang, lekaslah datang…
Kembali ke pangkuan mimpi…
Ketuklah awan cendawan yang berat pindah ke lain hati…

Sudahlah! Aku terpatri…
Menderas di esok hari, untukmu…

Muchammad Thoyib As

Karena setiap cerita memiliki makna~

Share

Tinggalkan Balasan