Puisi : Bias Mentari

Dalam sandar dan rebahku, kau berpelangi…
Mendulang seikat doa untuk kupagut…

Inginku menjamumu dengan setangkai pagi dan segelas kopi…
Memamah lembayung yang bergelayut manja di pelupuk matamu…
Meleburkan muara tawa yang sempat tertawan semesta…

Biarlah, rasakan saja, betapa sendat dadaku membisikimu…
Suatu ketika, sayang itu utuh milikmu…

Penantian ini meradang, tersapu oleh dedaunan yang layu…
Meregang tawar hadirmu yang semata bayang…

Kasih, temanilah aku memilah kenangan…
Jangan biarkan bias mentari yang gantikanmu, hasut sepiku…

Izinkan nanarku menafsirkan segalamu…
Dalam kemuning jingga yang bersenandung parau…
Utuh, tanpa jeda…

Muchammad Thoyib As

Karena setiap cerita memiliki makna~

Share

Tinggalkan Balasan