Camping di Pantai Pacar Tulungagung

Berawal dari sebuah undangan pernikahan, kami berangkat ke Tulungagung di pertengahan Bulan Januari. Karena sudah jauh-jauh ke Tulungagung, kurang rasanya jika tidak sekalian liburan. Perjalanan kali ini kami ditemani oleh teman-teman kantor. Semobil lima orang melewati jalur Tol Surabaya-Jombang, dan dilanjutkan melewati Kediri.

Tujuan liburan kali ini adalah sebuah pantai selatan di Tulungagung, yang bisa dibilang masih alami, yaitu Pantai Pacar. Meskipun namanya Pantai Pacar, tenang, yang jomblo boleh datang. Eh. Siapa tau pulang-pulang dapat pacar.

Akses & Lokasi

Perjalanan Surabaya – Pantai Pacar kurang lebih memakan waktu sekitar empat jam setengah dengan arus lalu lintas normal tidak terlalu padat. Sekitar 30 menit sebelum sampai lokasi, pemandangan mulai terlihat indah, karena kita akan melewati dataran tinggi dengan hamparan bukit-bukit dan terasering. 

Jalanan menuju Pantai Pacar

Akses perjalanan sangat baik hingga sampailah kita pada 10 menit sebelum sampai di pantai. Di mulai dari saat tersebut, kita akan melewati jalan bertanah, yang setengah lumpur akibat hujan. Namun tidak perlu khawatir, karena jalan tersebut hanya sebentar saja, sebelum akhirnya kita sampai di Pantai Pacar.

Lokasi Pantai Pacar di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucang Laban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Terletak tepat di balik bukit bagian selatan Tulungagung, Pantai Pacar membentang sangat indah disandingi oleh jajaran pantai-pantai selatan lainnya. Bagi kalian yang berasal dari luar daerah, bisa menggunakan google maps untuk memandu arah perjalanan.

Uniknya dari pantai ini adalah kita bisa menikmati pemandangan laut dari atas tebing dan juga dari pinggir pantai yang berpasir putih. Selain itu, di bagian bawah, di lokasi yang berpasir putih, juga terdapat air terjun mini air tawar.

Air terjun mini di Pantai Pacar

Di Pantai Pacar kami menginap dengan dua tenda dom isi 2p dan 4p. Kami juga membawa perlengkapan memasak layaknya orang camping. Jika kalian berencana untuk memasang tenda di Pantai Pacar, kami sarankan untuk membawa banyak cadangan pasak, karena struktur tanahnya sangat keras. Sebagian besar pasak kami saat itu sampai bengkok-bengkok karena sangat susah ditancapkan ke dalam tanah :D.

Menikmati malam hari di pinggir pantai, kami memanggang daging slice ala-ala restoran suki and grill. Meskipun seadanya, rasanya sangat nikmat karena kami menyiapkan dan menyantapnya bersama-sama ditemani suara desiran ombak laut selatan yang besar. Keesokan pagi, kami juga sarapan dengan perbekalan mie instan serta sosis sisa semalam.

Kok dua kali makan masak sendiri semua? Apa memang tidak ada yang jual makanan?

Eits. Enggak kok tenang aja. Di sana ada satu warung yang buka hampir 24 jam. Warung tersebut juga menyediakan makanan serta minuman, jadi jangan khawatir kelaparan ya seandainya kalian gak bawa makanan.

Fasilitas & Biaya

Fasilitas di Pantai Pacar ini tergolong cukup lengkap untuk kategori wisata alam. Selain itu harganya juga sangat terjangkau. Berikut rinciannya.

  • Uang kebersihan = 10.000/tenda
  • Toilet sepuasnya = 5000/orang
  • Parkir Mobil = 10.000/malam

Karena saat itu kami membawa dua tenda untuk lima orang, praktis biaya akomodasi yang kami keluarkan totalnya hanya Rp 55.000,- semalam. Murah bangettt kan?

Dengan biaya semurah itu, kami sudah bisa menikmati pemandangan Pantai Pacar, menginap, toilet 24 jam, dan juga dipinjami alat sholat. Yang kami salut dari fasilitas dan pelayanan di sini adalah tempat sampah yang tidak susah dijangkau, pengelola yang sangat ramah, bahkan pagi-pagi buta mereka sudah mengumpulkan sampah dari tempat sampah dan tenda-tenda yang ada saat itu.

Kebetulan juga saat kami di sana cuaca kurang baik karena hampir semalaman gerimis tidak berhenti. Sampai-sampai ibu pemilik warung yang baik hati sempat menawarkan kami untuk tidur di warungnya saja jika khawatir hujan. Kami juga bebas menggunakan gazebo yang ada di sekitar pantai.

Nge-grill di gazebo

Hujan baru berhenti pada tengah malam, dan langit pun mulai cerah. Seperti yang sudah biasa aku favoritkan dari Tulungagung adalah langit malamnya yang tidak akan pernah terlupakan. Penuh taburan bintang. Malam gelap pun menjadi terang meskipun tanpa bulan. Namun saat itu bulan sedang Purnama, sehingga suasana malam sangat terang. Jangan heran jika bermalam di sini kita akan sering melihat meteor alias bintang jatuh.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Pantai Pacar

  1. Alami dan Kebersihan terjaga
  2. Banyak spot foto, seperti ayunan, gazebo, pinggir tebing, tangga menuju pantai, pantai, balkon, dll.
  3. Akses mudah dan sudah ada di google maps
  4. Bisa dilalui kendaraan motor dan mobil
  5. Ada tempat parkir, toilet, tempat sampah memadai, warung, serta camp ground.
  6. Ada persewaan alat camp untuk yang tidak membawa alat sendiri
  7. Pelayanan pengelola dan warga sekitar sangat ramah
  8. Aman
  9. Harga terjangkau
  10. Jika cuaca mendukung, bisa melihat sunset.

Kekurangan Pantai Pacar

  1. Sedikit jalanan sebelum pantai berlumpur
  2. Tanah di area pantai lengket jika terkena hujan, sehingga tanah akan menempel dan menebal di bawah sandal
  3. Ramai pengunjung meskipun malam hari (mungkin karena efek weekend)

Kami memberikan Pantai Pacar rating 9,5/10 untuk kategori pantai selatan di Tulungagung, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jika kalian ingin tahu lebih lengkap mengenai Pantai Pacar bisa langsung ke instagram yang dikelola oleh pemuda setempat yaitu @pantaipacar.

Kami juga telah mengabadikan perjalanan kami melalui vlog di bawah ini, simak untuk mengetahui lebih lanjut seindah apa Pantai Pacar Tulungagung.

Renyta Ayu Putri

Master of zero~

Share

Tinggalkan Balasan