Author: Muchammad Thoyib As

Karena setiap cerita memiliki makna~
Puisi :  Wujud

Puisi : Wujud

Malam nan jujur Membawa pencerahan Pembebasan dari rasa sakit dan penderitaan Surga suci kedamaian Kebahagiaan dalam syair Ribuan himne yang diwahyukan Proposisi yang hanya punya satu arti Kata yang tidak berambigu Naik melampaui realita Menghilangkan egoisme yang mencabik Menghalangi kita dari nirwana Semua orientasi hilang Dan aku berada dalam kegelapan yang tak pernah ditembus matahari  Kesadaran tentang cahaya Harus tersandung-sandung...

Puisi : Hening

Puisi : Hening

Seperti tragedi, ia menghadirkan kebahagiaan Menantang analisis logis dan bukti empiris Tafsiran yang dirasionalkan Rasa ini kompleks Sebuah langkah besar Fakta yang tak pernah terbayangkan Apa yang sebelumnya hanya ada di kuil-kuil bawah sadar Tatanan suci tak terlukis Dari ketiadaan Mencoba melangkah Melampaui kata-kata dan sensasi Mengemas dimensinya yang abadi, kekal Sehimpunan kebenaran kasih sayang Seolah menjelma dari kedalaman bebatuan...

Puisi : Yang Tertanam

Puisi : Yang Tertanam

Burung-burung di dalam sangkar… Memperkuat ingatan itu… Kita  berada di tepian tipis ini… Kisah klasik yang tak runtut… Sebuah intelek abstrak yang tak tersembuhkan… Bahkan kau bertahan sebagai residual lain… Sebuah konsonan yang bermakna… Panah sudah ada di sampan… Mungkin ini pesta-perang… Jejak-jejak tak terhitung banyaknya… Tak bernyawa… Pray, Love, Remember… Naramu tersimpan rapi… Bermetafora dalam memoriku… Konteks yang tak...

Puisi : Lentera Jinggaku

Puisi : Lentera Jinggaku

Ku percaya, hidup ini tak selalu gersang…Selalu ada oase yang setia, menunggu langkah tegap sang musafir… Begitu pula savana hidupku…Di sela kemarau, selalu Kau utus embun…Kini, tak hanya embun dan bintang…Kau juga utus secercah cahaya jingga bersama senja…Menampik duka…Menyibak lara…Entah apa yang Kau maksud, Tuhan…Hingga dia Kau persembahkan untukku…Malaikatmu yang lain…Kini jalanku makin terang…Bersama lentera jingga dariMu…Seringkali ku tersesat…Tapi, lentera dariMu...

Puisi : Kau dan Aku …

Puisi : Kau dan Aku …

Ini dia bintangnya 🙂 Dan demi fajar yang menyingsing…Menentang kuasa malam…Kaulah permata… Aku hanya berdiri bersama karang-karang tua…Mencoba membuatmu tetap tegar… Aku bukanlah langit…Aku hanya senja yang lalu… Aku bukanlah nyiur kelapa…Hanya sebatas rumput yang bergoyang… Namun, Aku akan selalu mencoba menjadi oase…Yang memberimu air saat kau dahaga… ** Demi detik yang senantiasa terpenggal…Kau telah menunjukkan kepadaku seberapa penting kita…Kita...

Puisi : Kau dan Aku …

Puisi : Kau dan Aku …

Kau dan aku..Dua planet yang mengelilingi garis edar berbeda..Terkadang aku berperan sebagai saturnus..Bangga dengan keindahan cincin es yang melingkariku..Satu peran yang menampakkan aku bahagia, aku baik-baik saja.. Disisi lain, aku berperan sebagai pluto..Kecil hati karena merasa paling jauh dan takut tertinggal..Satu peran yang menampakkan aku kecewa, aku merasa sendiri.. Tapi kau tetap berusaha menjadi bumi..Selalu menjadi bumi..Bumi yang indah di...

error: Content is protected !!