Puisi : Bangsal Flamboyan

Puisi : Bangsal Flamboyan

Kau membuka cakrawalaku Kesan mendalam teruntuk engkau, Rembulan Nuraniku tersentuh Sensitivitas penuh kejujuran Kadang juga lugu Komersialisasi bagimu tiada arti Humaniora tetap kau junjung tinggi Kau tawar takdir Sakral seiring bumi yang berputar Menghempas kapitalisme yang ideal Aku terjebak Dalam noda-noda sumpah, janji Berkolusi dengan investasi Kecemasan Hingga hari dimana gelisah terdefinisi Tak bisa dibantah Relasi ini bukan berarti tanpa...

Puisi : Mengeja Doa

Puisi : Mengeja Doa

MaafSeketika kebisuan memburamkan rinduTeduh suaramu menjauhDekatmu tak lagi mudah ku rengkuhHanya sisa nafasmu, gaduh-riuh MaafWaktu dan jarak menghantuiDiammu meluapkan sunyiBertubi-tubiMenyergapku di siniBersama bayangan diriTak lagi bisa menantiDi balik pelangi MaafTiba-tiba rapuh mengemukaPenuh tanda tanyaAir mata jadi mahkotaHanya merana yang tersisaBersama lukaMengulum waras logika MaafAku hanya mengejar rentetan kata darimuMenghujamku pilu MaafKu masih di siniMerunut syair sendiriTak sanggup ku ingkari Hingga...

Puisi : Think!

Puisi : Think!

Catatan ringkas tentang ayat-ayat TuhanProses integratif yang melibatkan banyak pendekatanMengurus manusia secara holistikMerevolusi paradigma usang Segala tentang interdependensiSebuah ruang kosongKuantumdan Saling bergantung DiferensiasiBentuk konsekuensi logis dari prinsip keMaha Besaran Tuhan Pengendalian diriIni tentang designBukan accident Menciptakan komponen kapasitas mentalMenjelaskan konsep mikro & makrokosmos Beberapa episode menimbulkan persepsi tentang eksistensi manusiaUse it or lose it !

Puisi : Depresi

Puisi : Depresi

Melodi sunyiKesepian yang menakutkanKesendirianBatas antara keraguan dan keyakinan,Kefanaan dan keabadianTercabik, terurai, dan hilang Persepsi tentang cakrawalaSebuah titian baruHarapan bagi yang berputus asaPuncak kerinduan yang segarOase di tengah fatamorgana Segala khawatir kian berbaurMengintai tiap derap langkahTerperangah Gurat-gurat wajah kalahSirna jadi sejarahMenggumam bak lebahMenggema tak tau arah Entahlah,Sekilas saja rembulan melawanBerkelebat di benak kematianMenggenggam segala argumentasi dan konsekwensiSubstansi diri yang terdzalimi

Puisi : Pandora Box

Puisi : Pandora Box

Terpesona di tengah samuderaBerlayar ke relung-relung jiwaMenyibak misteri yang tak berujungDahsyat tak terperikan Terlena dalam kepasrahanMenumpahkan kerinduan Semua kian berartiPeradaban yang panjangNamun jawabnya masih menggantungSeakan menggoda tuk menyapa Rekonstruksi kehidupanHakikat tentang dari mana, apa, dan bagaimanaSemua tersimpan rapiEksplorasi tak sadarkan diri Semua tentang kematianSebuah naluri pertemuan,Kesaksian dan konsepsi tauhidFitrah kita sebagai ciptaanNya Kata hati membeberkan alasannyaDan mereka yang tersesatEnggan kembaliMencederai,...

Puisi : Konspirasi

Puisi : Konspirasi

  Konsepsi ini bak pencarianBertalian pada kenyataanBersangkutan dengan pencitraan Muka pengadilan hanya tertawaanPerwujudan dari sebuah tekanan dan gesekan Rumusan makna teoretisSekumpulan sanksi bengisInterpretasi yang termaktub secara yuridisDekonstruksi yang sistematis sekaligus dilematis Kini hutan belukar pun sukarNestapa nan kompleksFaset-faset tidak tenteramTergoncangTercabik Dualisme kian bersandingUnifikasi terancam Reaksi meronta menuntut keseimbanganPulih kembali dalam ekaBerpangkal pada kolonial

Opinion : 100 PERSEN INDONESIA !

Opinion : 100 PERSEN INDONESIA !

“Tantangan yang kita hadapi sangat berat”, kata Pak SBY dalam pidato pertamanya sebagai Presiden RI yang ke-6. Beratnya tantangan kita sebagai Bangsa Indonesia ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa sebagai Bangsa kita masih menghadapi : (1) Rendahnya kualitas keberagaman dan karakter; (2) semakin terkikisnya nasionalitas, rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia; (3) masih rendahnya kualitas pendidikan dan kualitas kesehatan; (4)...

Puisi : Absurditas Otak

Puisi : Absurditas Otak

Malangnya, kini penghargaan berbentuk materialitas dan hedonitas Akibatnya hulu hingga hilir termakan kapitalisme Eksploitasi konsumerisme Batas-batas tak lagi dipandang Teori sebab-akibat hanya angin lalu Hutan terbakar, api dan asap bukan barang baru Kini mistikalitas dan spiritualitas terabai Makna hidup nan fitri tak lagi berarti Eksistensialis yang tak pernah setuju Melenggang maju Berkawan debu Tak gentar walau peluru melaju Saat alam...

error: Content is protected !!