Puisi : Responsi Pribumi

Puisi : Responsi Pribumi

Jika kau tanya, inilah abad ketidakpastian Hutan tak dikenal Kawasan tak terpetakan Tak terduga Semuanya penuh argumentasi Membuat bulu kuduk berdiri Sebagian lagi, masih dengan asa terkonfrontasi Tentang seberapa cepat sifat dasar bisnis akan berbuat Tentang seberapa cepat hutan akan menjadi obyek transaksi Menciptakan penciutan skala Atas nama otomatisasi, efisiensi dan restrukturisasi Tanpa memandang interaksi Kita dengan bumi Milenium revolusi...

Puisi : Palestine

Puisi : Palestine

Kinilah waktunyaBiarkan lelap membaringkan ragakuCinta ini merenggut jiwakuBiarkan aku menutup mataBeristirahat dalam diamDamai Siang dan malam bersatu dalam batinLilin-lilin kecil menyala di atas tanah nan suciMelati dan mawar bertebaranWanginya kian semerbakSayup-sayup tangisan memecah hening Isyarat ini jelasTerlukis di dahiku Biarkan aku istirahatKedua bola mataku telah teramat lelahKu tak sanggup membiarkan sajak-sajak kalian merontaBersautanBibir bergetar penuh getir Terbangkan dawai harpaMenyingkap tabir...

Puisi : Melodi

Puisi : Melodi

Aku di sini, wahai melodi yang cantikSambutlah narakuImpianku yang mengajawantahDan hakikat harapanku Peluklah aku, wahai melodi syahduKekasih jiwaku Engkau kolam yang sejukPikulan buah ranum bagi hati yang laparKau adalah sepotong awan putih di langit Membuka kelopak matakuSeberkas cahaya yang tak kunjung padamTak terliput gelap malamTak lerlipat padang gersang Kau tundukkan abad demi abad bersama tirainya Kehidupan dalam kehidupanTelah sampailah kini...

Puisi : Menuai Cinta

Puisi : Menuai Cinta

Tenunan kasih yang kau rajutPenuh hasratBerbincang akan kebebasan Aku akan berjalanBersama engkau yang berjalan Lelaguan hatiTegap bersenandungWalau beratap mendung Kata-kata ini abadi bersama kitaBukan sebuah kebenaranHanya kebodohankuKehormatan pun menyela Takkan pernah kau tuai akuHingga kau rasakan perih getir perpisahanKesabaran yang pahitKerinduan yang membunuh Sebab derma Tuhan senantiasa menantiKala kau duduk manis di dalam rumahNya dengan penuh suka cita

Puisi : Syair untuk Tuhan

Puisi : Syair untuk Tuhan

Kau suluh jiwakuSinari hampa dan sepikuTularkan keindahan dalam setiap palung gelapIndah Air mata terhempasKaulah aduan kebahagiaanKetakjuban Kau ratu tanpa mahkotaTakhtamu nyata Kau culik keajaiban dari surgaBerkicau merdu berselimut kasihKepakkan sayap-sayap penuh cinta Kau buka tabir gelapKesedihanKepedihan KeindahanKeabadian yang termangu Kau bukan lagi sangkarKaulah pilar-pilar istana Irama nan merduMengalun sayuMenyeka lukaMerajut asa Kaulah sekumpulan syairYang kutulis untuk Tuhan

error: Content is protected !!