Kamis, 22 Oktober 2020

Pembunuh Berantai Paling Terkenal Dalam Sejarah #Part 2

Di dunia ini cukup banyak kasus pembunuhan berantai. Namun beberapa di antaranya tidak terlalu diekspos di media sehingga banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat dunia. Berikut ini merupakan daftar Pembunuh Berantai Paling Terkenal dalam Sejarah #Part 2. Klik link di samping untuk membaca artikel Pembunuh Berantai Paling Terkenal dalam Sejarah #Part 1.

John Wayne Gacy

chicagotribune.com

John Wayne Gacy dikenal sebagai pria ramah oleh tetangganya karena bermacam aktivitas sosial yang dilakukannya. Dia menjadi sukarelawan dalam politik lokal bahkan dia juga sering mendatangi pesta ulang tahun anak-anak dan mengisi acaranya sebagai badut yang menghibur para undangan.

Dengan keramahan John seperti itu, tidak ada yang menyangka bahwa dirinya sudah membunuh lebih dari 30 pria. Bahkan mantan istrinya sendiri juga tidak tahu mengenai kejahatan orang yang pernah tinggal serumah dengannya.

Hingga pada tahu 1978, John didatangi oleh polisi yang memberinya surat perintah penggeledahan rumah atas kasus hilangnnya seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun. Remaja laki-laki tersebut terakhir kali terlihat memang ketika bersama Gacy. Penggeledahan pun akhirnya membuahkan hasil. Di rumah Gacy ditemukan helai pakaian beberapa anak atau remaja laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Tidak hanya itu, Polisi juga mencurigai bau busuk yang berasal dari ruang bawah tanah. Mantan istrinya mengaku bahwa dia telah mengeluhkan bau itu sudah bertahun-tahun lamanya, namun Gacy selalu mengelak dengan mengatakan bahwa bau itu adalah bau jamur yang disebabkan lantai yang lembab.

Polisi mulai melakukan penggeledahan di ruang bawah tanah Gacy yang hanya setinggi 3 kaki atau sekitar 120 cm. Betapa mengejutkan, mereka menemukan 29 mayat anak dan remaja laki-laki yang telah membusuk. Atas penemuan tersebut, Gacy mengaku telah memperkosa mereka kemudian membunuh dan menyimpan mayatnya di ruang bawah tanah rumahnya. Tidak hanya itu, Gacy juga mengakui telah membunuh beberapa pria lain yang mayatnya di buang di danau sekitar. Dalam kasus ini Gacy dihukum melakukan 33 pembunuhan dan pada tahun 1994 dia dieksekusi dengan suntikan mati.

Baca juga : Pembunuh Berantai Paling Terkenal dalam Sejarah #Part 1


Jeffrey Dahmer

newstatesman.com

Jeffrey Lionel Dahmer, lahir pada 21 Mei 1960. Dia adalah seorang pembunuh berantai yang telah melakukan pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi, dan kanibalisme. Dia memulai aksinya pada saat usianya baru 18 tahun, tepatnya pada tahun 1978. Hingga pada tahun 1991, Jeffrey diketahui telah melakukan kejahatan terhadap belasan korbannya, yang kesemuanya adalah laki-laki.

Kejahatan Jeffrey kemudian terhenti saat dia berusaha melukai korban terakhirnya, yaitu pria 32 tahun bernama Tracy Edwards, di apartemen Jeffrey. Tracy berhasil melarikan diri saat Jeffrey berusaha menjalankan aksinya. Dia pun melaporkan Jeffrey ke kantor polisi dan mereka mendatangi apartemen di mana Jeffrey tinggal. Saat dua Polisi dan Tracy datang, tidak hanya menemukan bukti bahwa Jeffrey telah melakukan kejahatan kepada Tracy. Polisi juga menemukan beberapa foto di dalam laci yang menggambarkan tubuh-tubuh mayat yang telah dimutilasi. Latar di foto tersebut menunjukkan lokasi yang sama dengan apartemen Jeffrey. Tidak berhenti sampai di situ, kedua polisi itu juga menemukan potongan kepala pria berkulit hitam yang di simpan di dalam lemari es, di rak yang paling bawah.

Penyelidikan pun berlanjut dengan lebih banyak tim dari kepolisian. Dalam penyelidikan kedua ini, polisi menemukan sebanyak empat kepala terpenggal, tujuh tengkorak, genangan darah di nampan di bawah lemari es, serta organ-organ manusia seperti jantung, otot lengan, daging, dan lainnya.

Jeffrey akhirnya mengakui bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap 17 pemuda semenjak 1987 hingga 1991. Jeffrey juga mengatakan bahwa tujuannya mengumpulkan tengkorak dan kerangka korban-korbannya adalah untuk membuat altar yang akan dipajang di apartemennya. Tidak hanya itu, Jeffrey juga mengkonsumsi bagian jantung, liver, bisep dan paha korbannya.

Beberapa persidangan dilakukan atas banyak dakwaan yang dijatuhkan padanya, akhirnya berujung pada hukuman penjara seumur hidup. Namun dua tahun setelah Jeffrey dimasukkan ke dalam penjara, dia mati dibunuh oleh sesama napi, Christopher Scarver, yang diduga menderita skizofrenia.

Baca juga : Pembunuh Berantai Paling Terkenal dalam Sejarah #Part 1

Ted Bundy

By shutterbeast via flickr CC BY-NC-SA 2.0

Ted Bundy bernama lengkap Theodore Robert Bundy kelahiran Burlington, Vermont, AS pada 24 November 1946. Tampan, terpelajar, dan penuh pesona, tiga deskripsi yang mewakili sosok Ted Bundy. Ted Bundy lahir dari ibu remaja yang tidak menikah,  dia tidak pernah tahu siapa ayahnya, dan dia dibesarkan oleh neneknya, yang ia yakini adalah ibunya.

Ted adalah pembunuh berantai yang memiliki banyak fans, karena ketampanan dan keramahannya. Dalam aksinya, Ted sering mendekati korbannya di tempat umum dan berpura-pura cacat atau mengalami disabilitas. Ted sering meminta tolong korbannya untuk melakukan atau membantu dirinya melakukan sesuatu. Kemudian ketika lengah, dia memukul korbannya di bagian kepala hingga pingsan. Ted kemudian membawa korban yang tidak sadarkan diri ke tempat yang sepi, memperkosanya, lalu membunuhnya. Ted Bundy menyimpan beberapa potongan kepala mayat korbannya sebagai kenang-kenangan.

Ted mengakui melakukan 30 pembunuhan selama rentang empat tahun (1974 – 1978). Beberapa kasus lainnya masih belum dikonfirmasi, sehingga kemungkinan korbannya lebih dari 30 orang. Ciri-ciri wanita yang menjadi incaran Ted adalah wanita muda dengan rambut panjang belah tengah dan berwarna gelap. Setelah beberapa tahun penyelidikan atas hilangnya wanita-wanita muda, akhirnya polisi berhasil menangkap Ted Bundy dan mengadilinya. Dalam proses persidangan, Ted percaya diri menunjuk dirinya sendiri sebagai pengacara atas kasusnya. Ted dijatuhi hukuman mati atas tuduhan penculikan, pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan perampokan. Pada saat dipenjara Ted sempat berhasil meloloskan diri sebanyak dua kali di tahun 1977 – 1978. Dalam pelarian dirinya, Ted masih saja menambah korbannya. Ted akhirnya dieksekusi mati dengan memberikan sengatan listrik ke tubuhnya. Ted meninggal pada tanggal 24 Januari 1989, di usianya yang ke 42.

Baca juga Pembunuh Berantai Paling Terkenal dalam Sejarah #Part 1.

Kamis, 15 Oktober 2020

Pembunuh Berantai Paling Terkenal dalam Sejarah #Part 1

Di dunia ini cukup banyak kasus pembunuhan berantai. Namun beberapa di antaranya tidak terlalu diekspos di media sehingga banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat dunia. Berikut ini merupakan daftar pembunuh berantai paling terkenal dalam sejarah.

Belle Gunness

Belle Gunnes dikenal sebagai “Lady Bluebeard. Pada tahun 1881 Belle berpindah dari Norwegia ke Amerika. Dia menetap di Chicago bersama suaminya yang juga merupakan imigran dari Norwegia. Mereka memiliki 4 orang anak, namun dua di antaranya telah meninggal saat mereka masih kecil. Mereka menjalankan usaha toko permen, namun secara misterius toko tersebut terbakar pada tahun 1900. Dalam kebakaran tersebut suami Belle meninggal dunia. Meninggalnya suami Belle membuat Belle mendapatkan sejumlah uang asuransi kematian. Belle pun membeli sebuah lahan pertanian di La Porte, Indiana dari uang tersebut.
Tidak lama setelah itu, Belle menikah lagi dengan suami keduanya. Dan hanya berjarak delapan bulan setelah pernikahannya, suami Belle yang kedua meninggal. Dia mengklaim bahwa suaminya meninggal karena kecelakaan akibat mesin penggilingan. Tentu saja dia lagi-lagi mendapatkan uang asuransi.

Menjalankan aksi ketiganya, Belle mulai memasang iklan di surat kabar untuk mencari suami baru. Cukup banyak yang tertarik untuk melamar Belle. Dan pria-pria tersebut diberi syarat oleh Belle yang harus dipenuhi ketika melamar Belle. Syaratnya adalah "calon-calon" suaminya harus datang ke pertaniannya di Indiana dengan membawa semua harta mereka dan tidak boleh ada yang tahu mengenai kepergian mereka. Beberapa calon pelamar pun datang ke rumahnya. Namun semuanya dikabarkan menghilang dan tidak pernah kembali.

Sampai pada bulan Februari 1908, terjadi kebakaran yang menghanguskan pertanian Belle Gunnes. Di puing-puing bangunan yang terbakar terdapat mayat anak-anak dari Belle Gunnes. Ada juga mayat perempuan yang kepalanya terpenggal, dan diyakini sebagai mayat Belle, namun kepalanya tidak bisa ditemukan. Saat mencari potongan kepala mayat itu, penyelidik malah menemukan selusin mayat yang diduga adalah mayat dari para pelamar atau "calon-calon" suaminya.

Ray Lamphere, seorang mantan petani yang dipecat Belle beberapa tahun sebelumnya ditangkap dan diadili atas kejahatan pembakaran lahan tersebut. Dan tidak pernah ada yang tahu apakah benar mayat tanpa kepalah tersebut adalah mayat Belle, namun Belle Gunnes tidak pernah terlihat setelah peristiwa kebakaran tersebut.

Harold Shipman

Harold Shipman, dijuluki "Dr. Death" setelah pembunuhannya yang mengerikan terungkap. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah membunuh lebih dari 200 pasien. Harold Shipman adalah seorang dokter yang popular di Inggris. Rekan-rekannya menganggap dirinya sombong dan terlalu percaya diri. Sikapnya yang seperti itu menimbulkan hubungan yang tidak baik kepada rekan sejawatnya. 

Harold memulai aksi pembunuhannya sejak tahun 1972. Pada praktik pertamanya dia dipercaya membunuh setidaknya 71 pasiennya. Kemudian melipat gandakan jumlahnya saat dia menjalani praktik keduanya. Sampai pada tahun 1998 banyak dokter lain yang curiga mengenai jumlah yang tidak biasa terkait sertifikat kematian yang ditanda tangani Harold. Mereka juga curiga karena ciri-ciri pasien yang meninggal selalu sama, yaitu wanita tua yang ditemukan meninggal dalam keadaan duduk dan berpakaian lengkap. Tidak seperti orang yang meninggal karena sakit, di tempat tidur. Penyelidikan pun dimulai, namun tidak berjalan dengan mulus. Bahkan Harold masih sempat membunuh 3 orang lagi setelah dia dicurigai.

Kasus ini berakhir pada tahun yang sama, ketika Harold ketahuan oleh putri korban terakhirnya yang juga seorang pengacara, Kathleen Grundy. Kathleen mengklaim bahwa Harold tidak hanya membunuh ibunya, tetapi dia juga mencoba untuk merubah surat wasiat dan menamai dirinya sebagai ahli waris satu-satunya. Kejadian ini terungkap saat jenazah Ibu Kathleen belum dikremasi sehingga autopsy pun dilakukan. Hasil autopsi mengungkpkan bahwa terdapat kadar diamorfin yang sangat tinggi di dalam tubuh jenazah. Penyelidikan pun dilanjutkan hingga pada saat hukuman dijatuhkan Harold diputuskan bersalah atas 15 pembunuhan pada tahun 2000. Ia pun dijatuhi hukuman seumur hidup. Alih-alih mengakui kesalahannya, 4 tahun setelah Harold masuk dalam penjara, ia memutuskan untuk mengakhiri hidup di penjara.

Ed Gein

Edward Theodore Gein, lahir pada 27 Agustus 1906, dikenal sebagai penjagal dari Plainfield. Ed memiliki ayah seorang pecandu alkohol dan ibunya seorang yang over-protektif. Akses keluar yang dibatasi oleh ibunya, dan rumah mereka yang jauh dari pemukiman membuat Ed dan adiknya, Henry tumbuh menjadi orang yang tertutup.

Pada tahun 1940, Ayah Ed meninggal dunia akibat gagal jantung. Di saat yang sama, Ibu Ed sedang sakit keras. Hal ini menyebabkan Ed dan Henry memutuskan untuk bekerja di dunia luar. Mereka berdua melakukan pekerjaan apapun dengan giat sehingga banyak orang yang suka. Hingga pada tahun 1944, Ed dan Henry mengalami sebuah kecelakaan saat merenovasi sebuah rumah. Rumah tersebut terbakar dan Henry ditemukan dalam keadaan meninggal. Namun yang aneh, di tubuh tidak ditemukan luka bakar, melainkan luka memar di kepalanya. Semua orang sempat mencurigai Ed, namun karena dia baik, kecurigaan orang-orang pun mulai memudar.

Satu tahun kemudian, Ibunya menyusul kepergian Henry. Ed menjadi sebatang kara dan sangat merasa sedih. Dia memutuskan untuk menjadi petani, dan mulai menutup dirinya lagi. Tidak ada orang yang tahu selama kepergian ibunya, Ed mempelajari anatomi perempuan dan eksperimen medis dari kamp Nazi. Hingga pada tahu 1957, seorang wanita bernama Bernice Worden menghilang dari rumahnya. Penyelidikan atas kasus menghilangnya wanita tersebut dilakukan hingga pada akhirnya sampai mengantarkan penyelidik ke rumah Ed. Mereka menemukan mayat Worden tanpa kepala digantung secara terbalik. Tubuh wanita tersebut telah dibuka dan dikeluarkan organ-organ dalamnya. Polisi juga menemukan banyak sekali barang-barang di rumah Ed yang terbuat dari organ tubuh manusia. Seperti kursi dari kulit, mangkuk dari tengkorak, rompi, ikat pinggang. Bahkan terdapat wajah yang digunakan sebagai hiasan dinding.

Ed Gen ternyata sebelumnya telah mencuri mayat-mayat dari kuburan setempat untuk diambil organ-organnya. Dan dia mengaku bahwa dia melakukan itu untuk merakit "ibu" versi barunya. Dia didakwa atas kasus pembunuhan terhadap Bernice Worden, namun dia dinyatakan menderita skizofrenia sehingga sisa hidupnya dihabiskan di rumah sakit jiwa.

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading