Rabu, 25 Juni 2014

Puisi : Melodi


Aku di sini, wahai melodi yang cantik
Sambutlah naraku
Impianku yang mengajawantah
Dan hakikat harapanku

Peluklah aku, wahai melodi syahdu
Kekasih jiwaku

Engkau kolam yang sejuk
Pikulan buah ranum bagi hati yang lapar
Kau adalah sepotong awan putih di langit

Membuka kelopak mataku
Seberkas cahaya yang tak kunjung padam
Tak terliput gelap malam
Tak lerlipat padang gersang

Kau tundukkan abad demi abad bersama tirainya
Kehidupan dalam kehidupan
Telah sampailah kini di keabadian

Selasa, 10 Juni 2014

Puisi : Resah


Damai, tak abadi
Ia punya angan sendiri
Duniawi
Terpisah di ujung bumi
Jiwa kan tetap di hati
Sampai mati
Menyeret kita ke haribaan Ilahi

Nyanyikanlah keindahan
Niscaya kau didengar

Tangisan hati
Mengetuk lirih
Nestapa merana
Merangkak
Terseok-seok

Tercampakkan dalam diam
Padam

Kamis, 05 Juni 2014

Puisi : Lafadz Suci


Cinta
Sebuah tunas jiwa yang mempesona
Dalamnya tak terselami
Tingginya tak terdaki

Hati keabadian tersentuh
Kebebasan yang menyendiri
Menghidupkan kehidupan

Hukum manusia
Gejala-gejala alami
Tak mampu bendung jalannya

Jikalau tak sekarang
Mungkin nanti

Cinta
Kesesuaian jiwa
Bukan sekedar budaya

Terbalut dalam kerendahan hati
Sucinya jiwa
Terangkai rapi dalam hari yang asing
Begitu bahagia
Congkak meradang di balik pahit nan misteri

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading