Minggu, 25 Oktober 2015

Puisi : Mengeja Doa


Maaf
Seketika kebisuan memburamkan rindu
Teduh suaramu menjauh
Dekatmu tak lagi mudah ku rengkuh
Hanya sisa nafasmu, gaduh-riuh

Maaf
Waktu dan jarak menghantui
Diammu meluapkan sunyi
Bertubi-tubi
Menyergapku di sini
Bersama bayangan diri
Tak lagi bisa menanti
Di balik pelangi

Maaf
Tiba-tiba rapuh mengemuka
Penuh tanda tanya
Air mata jadi mahkota
Hanya merana yang tersisa
Bersama luka
Mengulum waras logika

Maaf
Aku hanya mengejar rentetan kata darimu
Menghujamku pilu

Maaf
Ku masih di sini
Merunut syair sendiri
Tak sanggup ku ingkari

Hingga ku peluk doaku rekat
Rasakan hadirmu dekat
Kita satu dalam lekat

Senin, 23 Maret 2015

Puisi : Kekacauan


Pemikiran nan absolut
Sewajarnya menerima keadaan & kenyataan
Sebuah sistem materialistis yang besar

Masuk kian ke dalam
Menilik peri kehidupan organis & rohaniah
Bergerak, berlomba, berkuasa

Berpokok pangkal pada kejahiliahan
Manusia in abstrakto
Tak ada adil & tidak adil
Semua terancam
Rasa takut

Semua menunduk
Pada paksaan
Kekerasan
Hasrat akan keduniawian

Kini tiada rekat
Alam pun enggan
Terpisah daripada ajaran moyang
Berlawanan

Rabu, 18 Maret 2015

Puisi : Think!


Catatan ringkas tentang ayat-ayat Tuhan
Proses integratif yang melibatkan banyak pendekatan
Mengurus manusia secara holistik
Merevolusi paradigma usang

Segala tentang interdependensi
Sebuah ruang kosong
Kuantum
dan Saling bergantung

Diferensiasi
Bentuk konsekuensi logis dari prinsip keMaha Besaran Tuhan

Pengendalian diri
Ini tentang design
Bukan accident

Menciptakan komponen kapasitas mental
Menjelaskan konsep mikro & makrokosmos

Beberapa episode menimbulkan persepsi tentang eksistensi manusia
Use it or lose it !

Featured Post

Hai. Kali ini berbeda dari artikel biasanya yang lebih sering menuliskan tentang pengetahuan umum. Karena saya akan menceritakan pengalaman ...

Continue reading